Selamat datang di webblog ku, selamat membaca. admin mohon maaf apabila dalam tulisan tulisan terdapat hal yang tidak mengenakan kepada pembaca. diharapakan kritik, saran, dan komentarnya. Terima kasih telah berkunjung. Salam

Rabu, 04 Juli 2012

Bagaimana Kita Mencintai Allah? Sudah Pantaskan Cara Kita Mencintai Allah?


Beberapa bulan terakhir ini, saya teratrik akan satu hal, atau bisa saya sebut fenomena yang terjadi pada umat . Fenomena apakah itu??

Ada yang mengatakan "Cinta itu Buta". Ya, pernyataan itu ga salah. Memang, ketika seseorang mulai mencintai sesosok lawan jenis, ia rela melakukan apapun demi mendapatkan dan membahagiakan cintanya itu. Harta bahkan tahta bisa ia korbankan demi orang yang ia cintainya itu. Contoh yang lebih parah, orang bisa bunuh diri karna tidak mendapatkan cintanya. Sadis, bukan? tapi itulah faktanya.

Hal lain yang berhubungan dengan "cinta" ialah, banyak dikalangan remaja ketika mulai jatuh cinta dan PDKT, berbagai macam cara mereka lakukan. Memperindah diri, memperkeren diri, dan apapun yang disenangi orang yang dicintainya akan dilakukan hanya untuk mendapatkan perhatian dari orang yang dicintainya itu. Kata kerennya , "Apapun untuk mendapatkan cintanya"

Inilah fenomena yang saya lihat. Terus apa masalahnya?

Pernahkan kita berfikir bagaimana cinta kita dengan Allah?
Allah yang menciptakan kita.
Allah yang memberi hidup.
Allah yang memberi rejeki dan kesehatan.
Allah pula yang menjaga kita selama kita hidup.
Betapa cintanya Allah kepada umat - umatnya. Lalu, bagaimana cinta kita dengan Allah?

Pernahkan kita ingin dan mau mencuri perhatian Allah dengan melakukan apapun yang disukai Allah?
Mengaji, berdzikir, shalat, berpuasa, dan segala perintah Allah. Pernahkan kita sadari bahwa kita yang membutuhkan cinta dan kasih Allah? Apa yang akan terjadi pada dunia ini bila tanpa cinta dan kasih Allah?

Kita bisa merelakan apapun untuk mendapatkan cinta dari seseorang. Lantas, bagaimana sikap kita ketika ingin mendapatkan cinta dari Allah?

Pernah merasakan cinta kepada seseorang? tentunya akan selalu ada ingin terus bersama orang yang kita cintai kapanpun dan dimanapun, bukan? ingin selalu bisa disampingnya dan ingin selalu bisa mendampinginya.
Pernahkan kita merasakan hal yang sama kepada Allah? Ingin selalu ada disamping Allah, Ingin selalu dekat kepada Allah, ingin selalu Allah bersama kita?

Ketika cinta datang pada seseorang kepada lawan jenisnya, satu hal yang biasa terjadi ialah "dimana mana selalu ingat dia, kapanpun dimanapun selalu ingat dia, susah untuk melupakannya" Tapi, pernahkan kita berfikir hal yang sama terhadap Allah?

Terkadang kita melupakan bahwa yang seharunya benar benar kita cintai ialah Allah SWT. Kita terkadang juga lupa, cinta yang sesungguhnya yang kita butuhkan bukanlah cinta dari seseorang, melainkan cinta dari Allah SWT.

Sudahkah selama ini kita  mencuri perhatian Allah?
Sudahkan selama ini kita terus berusaha untuk mendapatkan cinta Allah?
Sudahkah selama ini  kita mencintai Allah seutuhnya dengan terus mengingat, menyebut, dan bertakwa kepada-Nya?

Tulisan ini bukan bermaksud untuk kita harus meninggalkan cinta dunia. Namun, dengan tulisan ini, saya ingin merefleksikan sejenak pikiran, ingatan, hati, dan cinta kita mengenai bagaimana kita mencintai Allah? sudah layakkan cara kita mencintai Allah?

0 komentar:

Poskan Komentar