Selamat datang di webblog ku, selamat membaca. admin mohon maaf apabila dalam tulisan tulisan terdapat hal yang tidak mengenakan kepada pembaca. diharapakan kritik, saran, dan komentarnya. Terima kasih telah berkunjung. Salam

Kamis, 22 Desember 2016

Agama Perang

Terlintas sebuah video
Video yg diuplod oleh salah satu tim sukarelawan di Syria. Yg sedang menyelamatkan anak dari reruntuhan bangunan akibat perang.

Teriris dan menangis.....

Bayangkan klo tidak ada surga, tidak ada neraka
Bayangkan klo ga ada yg namanya negara, dan juga agama
Bayangkan klo semua orang bisa jadi satu, hidup damai tanpa peperangan... (disadur dari John Lennon)

Jujur ye, saya paling benci yg namanya perselisihan, pertikaian, atau peperangan dengan dalih agama. Paling benci...
Klo agama dijadikan alasan untuk berselisih, lebih baik tidak usah ada agama di dunia ini..

Semua agama ngakunya mengajarkan cinta kasih, welas asih, cinta damai...
Tapi kenyatannya karna agama, orang merasa dirinya paling benar. Karna agama, orang bisa memvonis orang lain layaknya Tuhan. Karna agama, orang bisa saling membunuh. Karna agama, perang bisa terjadi...

Kepikir gak sih, klo ternyata pada akhir jaman, agama yg kita bela, agama yg kita percaya, agama yg sering kita jadikan untuk tameng dalam perselisihan, ternyata agama yg salah?

Atau nanti setelah mati ternyata yg namanya surga itu ga ada. Neraka juga ga ada..
Pernah kepikir gak?

Saya bukanlah orang yg paham agama, bukan orang ahli agama, ilmu saya mungkin masih jauh sekali dengan yg namanya agama.
Yg saya paham cuma manusia dan kemanusiaan. Yg saya pahami adalah memanusiakan manusia.

Tulisan ini bukan untuk dijawab atau dikomentari, tapi untuk kita renungkan bersama apa gunanya agama itu ada. 

Jumat, 04 November 2016

Penistaan Agama dan Politisasi Agama



Dikesempatan ini saya mencoba menulis kasus penistaan agama oleh Ahok dari sudut pandang mata saya
Pertama mengenai Surah Al-Maidah itu sendiri. Multitafsir dalam Surah Al-Maidah menjadi perbedaan pendapat dari tingkat ulama hingga masyarakat bawah. Dalam tulisan ini, saya tidak akan membahas tafsir dari Al-Maidah itu sendiri karna saya bukan ahli tafsir. Yang akan saya bahas adalah posisi Ahok sebagai non-Muslim tapi menyampaikan ayat yang dia sendiri tidak memahaminya dengan benar. Salah Ahok dimata saya bukan karna  dari Al-Maidah itu sendiri, tapi salah Ahok adalah  membawa Ayat Suci Al-quran ke dalam perkataan dia karna bukan ranahnya Ahok sebagai non-Muslim untuk menyampaikan ayat tersebut. Diluar apa yang disampaikan benar atau salah.

Kedua, pergerakan massa umat Islam besar besaran dalam Aksi 4 November. Saya sangat menghargai dan menghormati teman teman yang bersusah payah dan mengorbankan harta, waktu, dan tenaga dalam melakukan aksi ini. Di dalam aksi ini, kita bisa melihat sebuah pertunjukan besar, memperlihatkan kekuatan dan kebersamaan umat Islam dalam membela agamanya. Disini saya menyampaikan apresiasi yang luar biasa bagi teman teman yang ikut dalam Aksi ini. Doa saya bersama kalian, semoga dalam Aksi 4 Nov, diberikan kelancaran dan kemudahan, dan apa yang diperjuangkan, hasilnya diberikan yang terbaik oleh Allah SWT. Mohon maaf saya tidak ikut. Bukan karna tidak bisa, tapi saya tidak ikut karna saya memiliki pandangan yang berbeda mengenai demo ini. Saya berharap perbedaan pandangan ini bukanlah halangan dalam kita terus menjalin silaturahim sebagai manusia, umat Islam, dan sebagai Warga Negara Indonesia.

Ketiga, Provokator medos dibalik Aksi Damai. Yang saya sesalkan dan kesalkan dalam menuju Aksi Damai ini adalah provokator provokator yang tidak bertanggungj jawab dan berpotensi menimbulkan aksi vandalis. Parahnya para provokator medsos ini tidak segan mengupload gambar atau berita Hoax atau kata kata yang akan memicu kesalahpahaman bagi yang membaca dan memicu kebencian. Contohnya adalah perkataan perkataan yang membawa bawa nama Jokowi. Padahal jelas kasus Ahok ini tidak ada sangkut pautnya dengan pak presiden dan pak presiden pun dengan lantang dan jelas memerintahkan Polri untuk terus memproses hukum kasus ini. Dari perkataan – perkataan provokator ini, Jokowi bisa dibenci dan dihujat. Dan satu hal lagi, para provokator medsos ini kebanyakan tidak turun dalam Aksi Damai 4 Nov ini. Mereka hanya akan terus berkoar koar di medsos hingga negara ini menjadi terpecah belah

Keempat, Politisasi Agama. Saya tidak memungkiri adanya politisasi dari pihak tertentu dalam aksi ini. Hal ini diperkuat dengan pernyataan SBY sendiri. Yang tidak ada angin, tidak ada hujan. SBY mengatakan bahwa ada intelejen yang mengatakan bahwa dirinya adalah dalang dibalik aksi tersebut. Tidak bisa dihindar, bahwa peluang politisasi Aksi Damai ini sangat besar. Mengingat Ahok adalah calon petahana DKI 1 yang akan bertarung dengan anaknya SBY sendiri yaitu Agus Harimurti. Analisa analisa politik sudah banyak menyebar bahwasannya SBY mendanai Aksi Damai ini untuk menggembosi elektabilitas Ahok sebagai Calon DKI 1. Analisa inilah di di bantah SBY sendiri. Tapi kita semua bisa melihat sendiri ambisi SBY sendiri kepada anaknya dari menyuruh AHY keluar dari militer, hingga turut angkat bicara dalam kasus Ahok ini. Sangat disayangkan, seorang SBY yang seharusnya bisa memposisikan sebagai bapak bangsa, guru bangsa, yang bisa menjadi tempat Jokowi tukar pendapat dan tukar pemikiran, justru memposisikan dirinya sebagai Ketum Partai dan Bapak dari AHY yang berambisi anaknya menjadi DKI 1. Kalimat dari om saya adalah. “Anaknya yang mau ke WC, bapaknya yang kebelet” hahahaha… ada ada saja..

Demikian 4 poin yang saya soroti dari aksi 4 november ini. Semoga Aksi 4 Nov ini berjalan lancar sebagaimana mestinya. Semua pihak bisa menjaga dan menahan diri dari aksi kekerasan.
Semoga kita semua selalu dalam lindungan dan petunjuk dari Allah SWT. Amiin.



Sabtu, 14 Mei 2016

Ketika Reformasi Rasa Orde Baru

Dijaman Jokowi, orang semakin mudah menuding orang lain PKI. Menuduh orang lain PKI, dan meneriakan orang lain PKI. Semua yang tidak sepaham dengan dia, diteriakan PKI. Yang tidak sejalan dengan dia, diteriakan PKI. Apapun yang tidak disukai, diterikan PKI.
enak benerr....
Klo begitu, hal ini mengingatkan kita pada jaman Orde Baru
ya.. seolah kita kembali ke jaman orde baru

Memang benar, paham PKI ada bibitnya kembali. dan jelas, itu perlu diantisipasi sebagaimana hukum yang berlaku di Indonesia mengenai paham PKI.

tapi menggampangkan menuduh orang lain PKI itu, namanya kurang ajar.


Saya lahir jauh dari kejadian G30S PKI. apa yang terjadi pada saat itu, hanya bisa saya baca melalui kedua mata saya dari buku. Hanya bisa saya dengar melalui kedua telinga saya dari cerita para sejarahwan.

Saya masih terus dan terus belajar untuk selalu mendengar dari 2 sisi, karna kita punya 2 telinga. Melihat dari 2 sisi, karna kita punya 2 mata.
Saya masih belajar untuk memahami kebenaran. bukan pembenaran.
Kakek saya adalah perwira TNI AD yang turut memberantas PKI pada saat itu. Cerita dan doktrin doktrin mengenai anti-PKI saya dapatkan dari SD. Terus tertanam hingga saya lulus SMA.
tapi bukan berari saya harus menutup mata sebelah saya dan telinga sebelah saya terus menerus

Apa karna itu, orang menggampangkan menuduh saya antek PKI?
Saya menganut paham Nasionalis-Pancasilais. apapun yang berniat menumbangkan Pancasila, harus dan wajib diberantas.
Sekali lagi. silahkan berantas Paham PKI. tapi jangan menggampangkan meneriakan orang lain PKI. ingat, itu kurang ajar.

oh iya. ada lagi
Sangat disayangkan orang orang hanya melihat PKI sebagai satu satunya paham yang berencanan menumbangkan Pancasila.
padahal, sebelum isu PKI ini naik. sudah jelas ada didepan mata, organisai yang ingin mengganti ideologi pancasila, menjadi ideologi yang dipaham dan dianutnya. organisasi yang tersebar diseluruh Indonesia. yang melakukan aksi terang - terangan dalam menghasut, menyebarkan, dan mengajak oranglain mengikuti pahamnya dan ini ada di kota kota besar di Indonesia.
tapi sayangnya yang teriak teriak PKI itu hanya diam saja. saya jadi penasaran. mereka yan teriak teriak itu benar benar Pancasilain yang anti PKI, atau hanya semata mata ingin menyerang dan menjelekan Jokowi. hehehehe

Sabtu, 28 Februari 2015

Disana....

Disana
Yang ku tau disana itu indah
Yang ku tau disana adalah bahagia
Yang ku tau disana adalah tempat dimana kita akan mengukir perjalanan kita menjadi bait bait cinta yg indah

Dimana?
Aku tak tau
Aku tidak tau dimana
Aku tidak pernah kesana

Tapi yang ku tahu

Disana adalah kamu

Sabtu, 24 Mei 2014

2013-2014 Hari Hari yang Kulalui


Dari terakhir aku menulis di blog ini, hingga aku menulis lagi, ternyata sudah banyak hal - hal aku lalui. Tahun pun telah berganti, berat badanpun semakin bertambah -__-

Di awal tahun aku sempat berlibur ke kota kenangan. Jogja-Solo. Alhamdulillah diberikan kesempatan mengunjungi 2 kota tercinta itu lagi. bertemu lagi teman - teman terbaik dalam hidup yang saat ini mereka berkuliah di Jogja, bertemu juga dengan keluarga besarku yang sangat besar di Solo :)
Menyempatkan diri Touring pendek di area Jogja-Solo dan sekitarnya dengan motor KLX.. hahaha


Memang yang namanya Touring itu paling enak tetap dengan Junior... blm ada tandingannya bung!

***

Kesibukan mulai datang satu persatu
Kegiatan di komunitas motor semakin intensif, Kampus pun ga mau kalah kasi kesibukan.
Kegiatan Touring yang aku jalani bersama rekan rekan komunitas pun semakin banyak. dari ke Singkawang, Bengkayang, Ketapang, dsb. Ribuan kilometer tercatat di odometer menjadi saksi perjalanan memecah tanah Kalimantan.


Kegiatan kampus juga semakin menjadi. Memasuki semester 4, Tugas menumpuk, Materi yang semakin sulit. Sempat aku hampir dibuat menyerah dan ingin kembali ke passion awal ku. tapi memang Allah berkehendak beda. dijawablah semua kegundahanku dengan tanda - tandaNya yang diberikan kepadaku. Aku memang harus tetap berada di kampus ini sampai LULUS! walaupun entah kapan lulusnya... aaah sudahlaaah....


Memasuki pertengahan tahun ini aku juga dibuat terkejut dengan keputusan keluargaku yang menjadi perubahan besar dalam hidupku. Akan ku bahas di tulisan selanjutnya ya .....